Initial Public Offering

Untuk menjadi perusahaan publik (go public), calon emiten harus menawarkan saham perdana yang dikenal dengan initial public offering (IPO). Pada tahap awal, calon emiten melakukan kontrak pendahuluan dengan bursa efek kemudian mengajukan ijin efektif dari Bapepam untuk proses IPO dimaksud.

Setelah mendapat ijin efektif dari Bapepam, calon emiten diwajibkan menerbitkan prospektus di media cetak (biasanya koran) agar diketahui oleh publik. Isi prospektus mencakup gambaran tentang bisnis inti yang digeluti perusahaan, laporan keuangan termasuk di dalamnya berapa besar aset perusahaan, kewajiban atau hutang, laba atau rugi plus proyeksi laba, dividen yang akan dibayarkan, serta risiko usaha. Calon emiten bisa saja masih merugi asal prospektif memperoleh laba.

Yang tidak kalah pentingnya untuk dicantumkan dalam prospektus yakni struktur pemegang saham dan alokasi penggunaan dana hasil IPO. Umumnya, perusahaan menggunakan dana IPO untuk ekspansi usaha selain sebagian untuk membayar hutang dan meningkatkan modal kerja.

Berapa besar dana IPO, akan ditentukan oleh harga per saham yang ditawarkan. Perihal penentuan harga saham IPO, calon emiten akan dibantu oleh penjamin emisi (underwriter) yang ditunjuk. Penjamin emisi dimaksud adalah perusahaan pialang atau perusahaan sekuritas.

Harga penawaran biasanya lebih murah dibanding harga saham perusahaan sejenis yang sudah ada di bursa. Hal ini dilakukan untuk menarik investor untuk membeli. Penetapan ini mencerminkan kesempatan bagi investor untuk mendapatkan capital gain ketika saham tersebut dicatatkan di bursa untuk diperdagangkan.

Disamping penjamin emisi, calon emiten juga dibantu oleh lembaga profesi lainnya seperti akuntan publik, perusahaan penilai, konsultan hukum dan notaris. Akuntan publik harus berstatus independen dan bertanggung jawab mengaudit laporan keuangan emiten sementara perusahaan penilai bertugas menilai aset tetap yang dimiliki calon emiten. Konsultan hukum adalah pihak yang memberi opini hukum bagi calon emiten sedangkan notaris bertugas melakukan perubahan atau amandemen pada anggaran dasar perusahaan calon emiten.

Bagaimana anda dapat memperoleh saham IPO?

Saham IPO dijual oleh agen penjual yang ditentukan oleh penjamin emisi. Hanya sayang, porsi yang didapat investor ritel atau perorangan masih relatif kecil sekarang ini. Jangan heran, ratusan orang harus antri untuk mendapatkan saham IPO, layaknya antri sembako. Mereka yang antri saham IPO juga dikenal sebagai “Joki” saham IPO.

Penjamin emisi dan emiten lebih memilih memberi jatah lebih saham IPO ke investor institusi atau investor asing karena mereka biasanya berinvestasi di saham untuk periode yang lebih panjang. Investor ritel hanya memburu capital gain yang bisa berdampak pada penurunan harga akibat aksi jual saat diperdagangkan di bursa efek.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s