Perdagangan saham

Setelah saham dijual ke publik pada IPO, yang dikenal juga sebagai pasar primer, saham tersebut sudah dapat diperdagangkan di bursa efek atau dikenal dengan pasar sekunder. Nah, di pasar sekunder inilah, anda dapat memburu keuntungan dan menjadi kaya raya seperti pemain saham terkenal George Soros atau Warrent Buffet karena untung dari saham.

Setiap hari di lantai bursa efek, anda bisa bertransaksi saham sebanyak modal yang dimiliki. Tapi untuk bisa bertransaksi saham, anda harus menjadi nasabah sebuah perusahaan pialang yang terdaftar di bursa efek dan membuka rekening di KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia).

Perusahaan pialang atau perusahaan sekuritas juga dikenal dengan perusahaan efek mewajibkan setiap nasabah untuk memberi deposit sejumlah uang sebagai jaminan untuk bertransaksi saham. Setiap perusahaan pialang menetapkan deposit yang beragam, sebesar Rp 15 juta, Rp 25 juta dan lainnya.

Jika telah menjadi nasabah, anda bisa memerintahkan perusahaan pialang melakukan order jual atau beli saham menurut kemauan anda atau menyerahkan saja kepada perusahaan pialang, tergantung perjanjian. Biasanya dalam dokumen pembukaan rekening, nasabah mencantumkan target investasi yang diinginkan.

Perdagangan saham di bursa efek digelar dalam dua sesi. Sesi pagi mulai pukul 09.30 wib hingga pukul 12.00 wib dan sesi sore mulai pukul 13.30 wib hingga pukul 16.00. Khusus hari Jumat, perdagangan sesi pagi antara pukul 09.30 wib hingga pukul 11.30 wib dan sesi sore pada pukul 14.00 wib hingga pukul 16.00 wib.

Di pasar saham juga diperkenankan pemberian fasilitas margin kepada nasabah oleh perusahaan pialang. Artinya, nasabah dapat bertransaksi saham melebihi deposit yang diberikan. Ini semacam fasilitas pinjaman dari perusahaan pialang untuk nasabah.
Tapi gawatnya, jika tak hati-hati, potensi rugi yang dialami nasabah besar pula jika saham yang ditransaksikan dengan fasilitas margin mengalami tekanan harga saat dijual. Ini juga menjadi perhatian bursa efek karena itu bursa hanya mengijinkan saham-saham tertentu saja yang boleh diperdagangkan secara margin.

Dalam memilih saham, baik untuk dijual atau dibeli, investor atau pemain saham merujuk pada dua aspek, yakni aspek teknikal dan aspek fundamental.

Dalam analisis fundamental, yang dijadikan dasar perkiraan harga adalah faktor-faktor fundamental seperti laporan keuangan, perkembangan ekonomi makro dan juga politik. Sedangkan analisis teknikal hanya fokus pada pembentukan harga di pasar, untuk menentukan apakah harga saham sudah mahal (overbought) atau murah (oversold).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s