Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Harga Saham

Pergerakan harga saham di bursa efek dipengaruhi oleh dua faktor utama, yakni faktor fundamental dan teknikal.

Faktor fundamental mencakup keadaan ekonomi, industri dan perusahaan yang menerbitkan saham. Faktor ini sangat penting karena harga saham sangat berhubungan dengan kemampuan perusahaan untuk menciptakan keuntungan di masa datang bagi pemegang saham.

Sedangkan faktor teknikal meliputi pergerakan harga jual beli saham, jumlah saham yang diperdagangkan dan data lain yang bersumber dari pasar.

Analisa Fundamental

Investor perlu melakukan analisa fundamental berikut teknikal jika tidak ingin ketinggalan ketika saham itu bergerak naik atau turun.

Biasanya investor, pialang, manajer dan penasihat investasi menggunakan pendekatan “Top Down” dalam melakukan analisa fundamental.

Pertama, analisa ekonomi yakni analisa yang mempelajari tentang kondisi perekonomian sekarang secara umum dan pengaruhnya di waktu yang akan datang.

Beberapa ukuran aktivitas ekonomi yang digunakan adalah produk dometik bruto (PDB), inflasi, tingkat bunga dan fluktuasi nilai tukar.

Yang juga diperhatikan adalah risiko investasi. Setiap negara akan selalu mempunyai kelebihan dan kekurangan (risiko) dalam investasi. Misalnya, Israel sangat berisiko karena tingkat keamanan yang sangat rendah demikian Dubai yang menuntut investasi harus sesuai dengan Syariat Islam.

Indonesia tentu menarik karena kondisi politik dan keamanan yang stabil dan terkendali.

Kedua, analisa industri yakni analisa yang mempelajari keadaan kompetitif dari suatu sektor industri dalam hubungannya dengan yang lain serta mengidentifikasi perusahaan-perusahaan yang mempunyai potensi pada suatu sektor industri tertentu.

Beberapa indikator penting dalam analisa industri meliputi penjualan, laba, dividen, struktur modal, regulasi dan inovasi.

Perlu dicermati apakah industri tersebut pada tahap pertumbuhan atau penurunan.

Beberapa industri mampu beroperasi cukup baik dalam kondisi resesi, sedangkan yang lain sangat jelek. Untuk itu perlu dikelompokan.

Seyogyanya ada tiga kategori industri untuk dicermati. Ada perusahaan  yang mempunyai laba jauh lebih tinggi dari rata-rata industri atau dikenal dengan growth industry.

Industri yang tidak banyak terpengaruh oleh kondisi perekonomian dikenal dengan defensive industry. Sedangkan industri yang sangat peka terhadap perubahan kondisi perekonomian dikenal sebagai cyclical industry.

Untuk bisa menilai prospek industri di masa yang akan datang juga dibutuhkan analisa kualitatif, mencakup kinerja, sejarah perkembangan, kebijakan pemerintah dan perubahan struktural.

Disamping itu, analisa keuangan perusahaan juga penting dilakukan. Untuk melakukan analisa keuangan perusahaan biasanya dilakukan dengan menggunakan analisa rasio antara lain rasio kemampuan cash flow (arus kas atau likuiditas), rasio kegiatan perusahaan, rasio tingkat keutungan (profitability) dan rasio kemampuan membayar hutang (solvability).

Analisa Teknikal

Hingga kini sebagian orang melakukan analisa teknikal sebagai salah satu tools di dalam berinvestasi.

Analisa teknikal mengikuti trend yang sedang terjadi di pasar, analisa teknikal mempercayai bahwa harga bergerak dalam tren tertentu dan tren ini akan bergerak terus hingga terjadi perubahan permintaan dan penawaran (follow the smart money).

Acapkali tanpa melihat dasar fundamental suatu perusahaan pengguna analisa teknikal melakukan “trading” pada saham yang dianggap bagus secara teknikal (contrarian).

Selain itu, ada tiga prinsip dasar untuk analisa teknikal.

Price discounts everything, dalam sesi fundamental mungkin kita ketahui bahwa harga akan dipengaruhi berita-berita mengenai laporan keuangan, nilai penjualan ataupun harga komoditi yang dihasilkan oleh suatu perusahaan, namun teknikal mempercayai bahwa harga akan mendiskon semua berita tersebut, acap kali harga bergerak melewati nilai harga teoritis secara fundamental (bisa naik atau turun).

Price fluctuates in trends, harga saham atau komoditi biasanya akan bergerak dalam suatu tren tertentu.

History repeats itself, teknikal analis mempercayai bahwa sejarah akan berulang, maksudnya jika harga suatu saham dengan pola tertentu terjadi, maka di kemudian hari pola seperti itu dapat terjadi pula.

Resistance vs Support

Support level yaitu batasan suatu harga dimana analisa teknikal mempercayai bahwa di level tersebut permintaan akan saham atau komoditi tersebut akan dibeli.

Resistance level merupakan kebalikan dari support yaitu batasan dimana analisa teknikal mempercayai bahwa jika harga mencapai level tersebut maka investor akan menjual sahamnya.

Overbought vs oversold

Overbought adalah kondisi ketika harga dinilai terlalu tinggi dan sebaiknya investor yang telah memiliki saham di bawah harga ini dapat merealisasi keuntungannya.

Oversold merupakan kebalikan dari overbought yaitu kondisi ketika harga dianalisa secara teknikal cukup murah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s