Klasifikasi Saham di Bursa Efek Indonesia

Investor mungkin kebingungan untuk memilih saham yang akan dijadikan ladang investasinya karena jumlah saham lebih dari 300 itu.Untuk memudahkannya, maka bursa efek menetapkannya dalam beberapa kategori.

Saham Blue Chips

Yang paling populer dari setiap kategori adalah saham unggulan atau juga dikenal saham blue chips. Saham-saham ini paling digemari investor dan paling likuid atau ramai ditransaksikan di lantai bursa.

Ada 45 saham yang ditentukan oleh bursa efek sebagai saham paling likuid. Adapun kriteria saham yang masuk kategori 45 saham paling likuid antara lain memiliki nilai transaksi terbesar dan memiliki nilai kapitalisasi yang besar. Nilai kapitalisasi diperoleh dari pengalian jumlah saham yang tercatat dan harga.

Bursa efek pun menetapkan indeks bagi 45 saham paling likuid yang dikenal dengan Indeks LQ45. Saham LQ45 ini disesuaikan setiap enam bulan (setiap awal bulan Februari dan Agustus). Dengan demikian saham yang terdapat dalam indeks tersebut akan selalu berubah.

Pemilihan saham-saham LQ45 harus wajar, oleh karena itu bursa efek mempunyai komite penasehat yang terdiri dari para ahli dari Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam), universitas, dan profesional di bidang pasar modal.

Saham Syariah

Selain 45 saham paling likuid, bursa efek juga menetapkan 30 saham yang masuk kategori saham syariah. Saham-saham ini tentunya harus memenuhi kriteria syariah. Kegiatan utama emitennya harus sesuai dengan syariah.

Pada awal peluncurannya, pemilihan saham yang masuk dalam kriteria syariah melibatkan pihak Dewan Pengawas Syariah PT Danareksa Investment Management. Akan tetapi seiring perkembangan pasar, tugas pemilihan saham-saham tersebut dilakukan oleh Bapepam, bekerja sama dengan Dewan Syariah Nasional.

Jenis kegiatan utama emiten yang dinilai tidak memenuhi syariah Islam meliputi;

Pertama, usaha perjudian dan permainan yang tergolong judi atau perdagangan yang dilarang.

Kedua, menyelenggarakan jasa keuangan yang menerapkan konsep ribawi, jual beli resiko yang mengandung gharar dan maysir.

Ketiga, memproduksi, mendistribusikan, memperdagangkan dan atau menyediakan barang dan atau jasa yang haram karena zatnya (haram li-dzatihi), barang dan atau jasa yang haram bukan karena zatnya (haram li-ghairihi) yang ditetapkan oleh Dewan Syariah Nasional dan Majelis Ulama Indonesia, dan atau barang dan atau jasa yang merusak moral dan bersifat mudarat.

Keempat, mmelakukan investasi pada perusahaan yang pada saat transaksi tingkat (nisbah) hutang perusahaan kepada lembaga keuangan ribawi lebih dominan dari modalnya, kecuali investasi tersebut dinyatakan kesyariahannya oleh DSN-MUI.

Bursa efek juga menetapkan indeks khusus bagi kelompok saham syariah yang dikenal dengan Jakarta Islamic Index (JII).

Saham Papan Utama dan Papan Pengembangan

Saham yang dicatatkan di bursa efek dibagi atas dua papan pencatatan yaitu Papan Utama dan Papan Pengembangan dimana penempatan dari emiten dan calon emiten yang disetujui pencatatannya di dasarkan pada pemenuhan persyaratan pencatatan awal pada masing-masing papan pencatatan.

Papan Utama ditujukan untuk calon emiten atau emiten yang mempunyai ukuran (size) besar dan mempunyai track record yang baik.

Sementara Papan Pengembangan dimaksudkan untuk perusahaan-perusahaan yang belum dapat memenuhi persyaratan pencatatan di Papan Utama, termasuk perusahaan yang prospektif namun belum menghasilkan keuntungan, dan merupakan sarana bagi perusahaan yang sedang dalam penyehatan sehingga diharapkan pemulihan ekonomi nasional dapat terlaksana lebih cepat.

One thought on “Klasifikasi Saham di Bursa Efek Indonesia

  1. thanks, q baca artikel ini bisa di pake untuk tugs. tpi sumber artikel ini dari mana ya? boleh di emailkan?
    pliss.
    salam kenal n sukses..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s