Membeli Saham, Membeli Prospek

Bursa saham Indonesia atau juga dikenal Bursa Efek Indonesia (BEI) sangat popular saat ini, terpopuler untuk kawasan Asia karena pertumbuhan pasar saham yang mencengangkan.

Indikator yang menggambarkan pertumbuhan pasar saham ini adalah indeks harga saham gabungan (IHSG).

Sebagaimana hukum ekonomi, indeks harga saham akan naik jika permintaan untuk beli meningkat dan sebaliknya turun jika permintaan untuk jual meningkat.

Tahun 2009, IHSG tumbuh 87 persen ke level 2,534 poin, tertinggi di kawasan Asean. Indeks Straits Times di bursa saham Singapura hanya tumbuh 63 persen sementara indeks Hang Seng di bursa saham Hongkong naik 45 persen.
Padahal pada tahun 2008, IHSG tenggelam 51 persen ke level 1,355 poin, dibanding IHSG tahun 2007 di level 2,745.

Krisis keuangan global yang dipicu oleh krisis subprime mortgage di Amerika Serikat tentu menjadi penyebab utama rontoknya indeks harga saham dunia termasuk IHSG.

Seiring dengan pemulihan ekonomi dunia, investor mulai marak membeli saham di tahun 2009 karena mereka yakin pada prospek ekonomi dunia yang lebih baik.

Belum lama ini pun IHSG telah memecahkan rekor tertingginya sepanjang sejarah. Pada 30 April lalu, IHSG mencapai level 2,971 poin, tumbuh 17 persen tahun ini.

Yang menarik adalah orang asing yang berkantong tebal atau dikenal sebagai investor asing justru memburu saham-saham di bursa efek Indonesia. Dana jutaan dolar masuk ke Indonesia. Mereka mengurangi investasi di Eropa dan Amerika karena ekonomi yang belum sepenuhnya pulih dari krisis.

Sebaliknya, ekonomi Asia sedang tumbuh terutama India, China dan Indonesia.

Per Maret lalu, investor asing telah menguasai 63 persen transaksi saham di bursa efek Indonesia.

Mereka terkepincut dengan prospek ekonomi Indonesia setelah pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi hingga 6 persen tahun ini setelah tumbuh 4 persen tahun lalu.

Perusahaan-perusahaan yang tercatat di bursa efek Indonesia atau emiten juga melaporkan peningkatan laba yang fantastis. Rata-rata laba 284 emiten, dari total 399 emiten saat ini, meningkat 42 persen di tahun 2009.

Pada kuartal pertama tahun 2010, sebagian besar emiten mengumumkan pertumbuhan laba karena terus didukung oleh stabilnya kondisi fundamental ekonomi nasional.

Prospek ekonomi dan prospek laba emiten yang lebih baik tahun ini tercemin sudah pada IHSG. Demikianlah sebenarnya investor, baik asing maupun lokal, telah membeli prospek dengan membeli saham.

Tidak hanya saham perusahaan berskala besar tetapi perusahaan menengah dan kecil pun dikoleksi investor, terutama perusahaan yang memiliki prospek pertumbuhan laba.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s